:::: MENU ::::
  • Mengenal Trend Digital Masa Kini

  • Perubahan Trend Digital

  • Kemajuan Digital.

Minggu, 30 Juli 2023

 Pemerintah Kebut Digitalisasi Layanan Publik

Kategori Artikel | doni003

Pandemi virus corona sejak empat tahun terakhir telah mengajarkan kita akan banyak hal. Salah satunya, soal pemanfaatan teknologi digital untuk mempermudah aksesibilitas dan komunikasi. Sehingga, setiap orang agar menjadi selalu terhubungkan.

Terlebih ketika pandemi baru mulai merebak dan angka kasus harian menanjak, ruang gerak setiap orang dibatasi untuk memutus penyebaran virus. Situasi tersebut nyaris membuat setiap aktivitas dan roda kehidupan masyarakat mengandalkan kemampuan teknologi digital. Mulai dari bekerja, menggelar rapat dan pertemuan, memesan makanan, membeli aneka kebutuhan pokok, dan transaksi keuangan dilakukan secara daring dari gawai.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia atau APJII dalam surveinya menemukan bahwa terjadi lonjakan pengguna internet pada periode 2021-2022, yakni mencapai 220 juta orang. Padahal pada 2019, jumlah itu tak lebih dari 175 juta orang.

Menghadapi hal itu, pemerintah pun dituntut untuk ikut tanggap dalam menghadirkan pelayanan publik yang makin terintegrasi sesuai kebutuhan masyarakat. Di era masyarakat yang makin melek digital, memang muncul tuntutan lebih besar lagi terhadap kecepatan pelayanan publik dan menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menghadirkan layanan berbasis teknologi digital untuk menyesuaikan perkembangan zaman.

Penelitian McKinsey&Company tentang Digital Public Service yang dilansir medio Juli 2020 mengungkapkan kondisi tersebut. Dikatakan, digitalisasi dalam pelayanan publik bukan hanya bermanfaat bagi masyarakat, melainkan juga bagi internal penyelenggara pelayanan publik.

Digitalisasi dapat menghemat hingga 50 persen waktu pelayanan dan 50 persen anggaran yang dikeluarkan di kemudian hari. Selain itu, digitalisasi layanan membuat efisiensi dalam bekerja hingga 60 persen. Oleh karena itu, selama pandemi pemerintah memperbanyak pengembangan aplikasi pelayanan publik berbasis teknologi digital.

Hasilnya, berdasarkan survei Departemen Ekonomi dan Hubungan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDESA), Indonesia ditempatkan di peringkat 77 di antara 193 negara anggota PBB terkait implementasi dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Hal itu merujuk E-Government Survey 2022 bertajuk The Future of Digital Government yang diumumkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBB Bidang Koordinasi Kebijakan dan Hubungan Antar Lembaga, Maria-Francesca Spatolisano di New York, pada 28 September 2022.

Indonesia naik 11 peringkat dibandingkan survei edisi sebelumnya pada 2020. Dalam E-Government Survey 2020, UNDESA menempatkan Indonesia di urutan 88 dunia. Hal ini menunjukkan upaya pengembangan dan pelaksanaan SPBE telah berjalan dengan baik. Hasil survei tersebut menjadi penanda kuat bahwa digitalisasi harus segera diwujudkan. Utamanya dalam pemerintahan agar layanan publik dari aparatur sipil negara (ASN) makin meningkat.

 

Perkuat Layanan

Oleh karena itu, seluruh kementerian, lembaga dan pemerintah daerah perlu memperkuat komitmen dan meningkatkan implementasi dari Peraturan Presiden nomor 95 tahun 2018 tentang SPBE. Salah satunya, seperti yang dilakukan Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), bersinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dalam pengembangan aplikasi portal pelayanan publik nasional dan mal pelayanan publik digital.

Bentuknya adalah Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional-Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!). Kominfo berperan untuk memberi dukungan teknologi informasi dalam bentuk penyusunan domain arsitektur yang terkait dengan domain aplikasi dan infrastruktur SPBE.

Itu sesuai dengan peran kementerian yang dipimpin Johnny G. Plate itu dalam Perpres 95/2018 dan pengalaman Kominfo dalam pengembangan berbagai aplikasi untuk peningkatan layanan dan informasi pemerintah. Begitulah yang terungkap dari pertemuan antara Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa dan pihak Kominfo yang diwakili Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan di Jakarta, Rabu (11/1/2023).

Pada kesempatan itu Diah menjelaskan, kendati SP4N-LAPOR! sudah ditetapkan sebagai aplikasi umum, masih ada masalah dalam hal integrasi aplikasi sejenis. Untuk itu, perlu dilakukan pemetaan aplikasi umum bidang pelayanan publik untuk diintegrasikan dalam portal pelayanan publik.

Selanjutnya, untuk pengembangan mal pelayanan publik digital dibutuhkan manajemen aset teknologi informasi dan komunikasi. Prosesnya terdiri atas perencanaan, pengadaan, pengelolaan, penghapusan perangkat keras dan perangkat lunak.

“Manajemen layanan yang dilakukan meliputi serangkaian proses pelayanan pengguna, pengoperasian layanan, dan pengelolaan aplikasi. Keberlangsungan aplikasinya harus terjamin untuk meningkatkan kualitas layanan terhadap pengguna,” tutur Diah seperti dikutip dari website Kementerian PANRB.

Mal pelayanan publik digital atau dikenal sebagai MPP Digital disiapkan pihak Diah sebagai portal pemerintah daerah yang terintegrasi dengan berbagai layanan elektronik (e-services) di pemerintahan kabupaten/kota. Kementerian PANRB turut menggandeng Kementerian Dalam Negeri untuk mengintegrasikan proses bisnis pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam portal pelayanan publik.

Diah beralasan, Kementerian PANRB bersinergi dengan Kominfo terkait pengalaman kementerian yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat nomor 9 itu dalam pengembangan aplikasi layanan berbagi pakai data dan informasi pemerintah kepada publik. Terkait MPP Digital, Diah mengutarakan sedang disiapkan kerja sama strategis dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor perbankan.

"Kami tentunya membutuhkan dukungan Kementerian Kominfo untuk mengawal dan berpartisipasi dalam proses kolaborasi ini karena tentu ada kaitannya dengan legalitas dan ketentuan teknis pengelolaan aplikasi MPP Digital. Karena BUMN sektor perbankan punya keterbatasan untuk mendukung aplikasi terutama dalam penyediaan layanan di luar perbankan," ucap Diah.

Dirjen Aptika Semuel sendiri dalam berbagai kesempatan menyebutkan, Kominfo memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan digitalisasi karena dukungan infrastruktur yang memadai. Itu ditandai oleh telah terbangunnya jaringan serat optik sepanjang lebih dari 450 ribu kilometer sebagai dukungan tulang punggung (backbone) internet berkecepatan tinggi. Ditambah kehadiran 610 ribu Base Transceiver Station (BTS) dan 15.000 titik akses untuk konektivitas jaringan internet di seluruh Indonesia.

SmartASN

Sementara itu, Kementerian PANRB bersama Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian BUMN, serta Lembaga Administrasi Negara (LAN) akan menjadi proyek percontohan untuk penerapan aplikasi SmartASN. Aplikasi ini diusulkan bersifat umum bidang pengelolaan kepegawaian ASN sekaligus percepatan transformasi digital secara nasional.

Sekretaris Kementerian PANRB Rini Widyantini mengungkapkan hal itu dalam acara pengenalan aplikasi ini di Jakarta, Selasa (10/1/2023). Aplikasi anyar tersebut sudah dapat diintip di https://smartasn.go.id. "Semoga aplikasi SmartASN ini bisa mendukung mekanisme kerja ASN yang agile (lincah) dan kolaboratif di instansi pemerintah," kata Rini.

SmartASN adalah platform digital pengelolaan dan wadah kolaborasi ASN untuk memperoleh layanan kepegawaian (employee services) dan mempermudah praktik-praktik pengembangan sumber daya manusia (human capital practices) dalam ekosistem digital. Terdapat 10 modul dalam aplikasi SmartASN, antara lain Pegawai, Keuangan, Pembelajaran, Medsos, Grup, Talenta, Kinerja, Vendor, Waktu dan Instansi.

Pada 2022 terdapat tujuh modul yang diimplementasikan yaitu Pegawai, Pembelajaran, Medsos, Grup, Talenta, Kinerja, dan Instansi. "Proses piloting dilakukan secara bertahap pada tiga modul utama, yaitu Kinerja, Talenta, dan Pembelajaran (e-learning)," ungkap Asisten Deputi Percepatan Transformasi Digital Manajemen SDM Aparatur Kementerian PANRB Katmoko Ari Sambodo.

Sosialisasi aplikasi ini, di keempat kementerian dan lembaga, sudah dilakukan sejak November 2022 dan akan dilanjutkan hingga Maret dan April 2023. Aplikasi SmartASN juga akan tersedia dalam versi mobile apps Android. Targetnya, pada 2023 ini diharapkan aplikasi SmartASN bisa diimplementasikan pada 78 kementerian dan lembaga dan 2024 sudah dapat diimplementasikan pada seluruh pemerintah daerah.

Sumber : Indonesia.go.id



 Kominfo Perkuat Ekosistem Digital Nasional

Kategori Artikel | srii003



Program akselerasi transformasi digital di tanah air menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan karena mampu memberi kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dari sektor digital. Hal ini diperkuat oleh kolaborasi riset Google, Temasek, dan Bain & Company pada 2022 yang menyebutkan bahwa Indonesia berhasil mendapatkan nilai ekonomi digital sebesar USD77 miliar atau sekitar Rp1.189 triliun.

Jika didukung oleh pertumbuhan pelaku ekosistem digital yang masif, maka ekonomi digital Indonesia diprediksi akan tumbuh sampai USD220 miliar-USD360 miliar (Rp3.397 triliun-Rp5.559 triliun) pada 2030. Oleh sebab itu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berupaya menguatkan industri dan usaha rintisan (startup) serta ekosistem digital di Indonesia agar tetap bertumbuh kembang.

Salah satu upaya tersebut adalah melanjutkan program Startup Studio Indonesia (SSI) yang memasuki batch 6 di tahun ketiga pelaksanaannya. Kementerian Kominfo menyediakan fasilitas akses bagi early stage startup untuk mengembangkan potensi bisnisnya ke depan. Sebanyak 17 startup telah terdaftar untuk menjadi peserta SSI batch 6 yang berasal dari beragam sektor seperti rantai pasok (supply chain), penggerak usaha miro, kecil, menengah (UMKM), kesehatan, properti, konsumsi, finansial, olahraga, dan teknologi imersif.

Demikian dikatakan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, ketika membuka SSI batch 6 di Jakarta, Kamis (9/3/2023). Dirjen Aptika Semuel mengatakan, para pendiri startup itu disiapkan untuk menjalani pelatihan dan pendampingan (mentoring) selama empat bulan dari 80 praktisi yang bergelut di ekosistem digital.

Para praktisi itu di antaranya adalah pendiri teknologi finansial (tekfin) KoinWorks, Benedicto Haryono, CEO Aruna Utari Octavianty, dan CEO Kitabisa.com Alfatih Timur. Kemudian terdapat pula nama Agung Nugroho (CEO Kudo), Christopher Madiam (CEO Sociolla), dan Rama Notowidigdo (pendiri Sayurbox dan AwanTunai).

Secara umum, pelatihannya berupa pendampingan satu praktisi satu startup (1-on-1 Coaching) yang akan membantu pendiri usaha rintisan di tahap awal bisa mengembangkan produk sesuai kebutuhan pasar atau dikenal sebagai Product-Market Fit. Materi lainnya adalah Founders Camp dan Milestone Day.

"Kami percaya Startup Studio Indonesia akan membuka jejaring baru untuk mengembangkan startup dengan lebih cepat dan menemukan figur tepat dan kredibel untuk dapat berkonsultasi tentang tantangan yang sedang dihadapi," ucap Semuel.

Ke-17 startup peserta SSI batch 6 adalah Amoda, Assemblr, Ayo Indonesia, Baskit, DEUS, Lakuliner, Inventing, Looyal Indonesia, Medicall, Oneklinik, Pajak.io, Payable, RASA, Rooma, Tokban, SMEs Pack, dan Tweak. Mereka akan menambah panjang daftar startup yang sudah dihasilkan dari program SSI sejak pertama kali diluncurkan pada September 2020 lalu.

Selama masa tersebut, SSI telah menerima pendaftaran dari total 10.160 startup dan disaring menjadi total 80 usaha rintisan yang ikut SSI. Mayoritas peserta SSI sejak batch 1-5 bergelut di sektor pendidikan (24,9 persen), kesehatan (11,6 persen), dan pariwisata (9,6 persen).

Selain itu, total pendanaan dari investor yang berhasil dihimpun oleh para alumni SSI hingga Mei 2022 mencapai Rp332,1 miliar. Salah satu yang berhasil adalah Zi.care yang menurut Semuel mampu mendapatkan pendanaan praseri A senilai USD1 juta (Rp15,4 miliar) dari investor pada 2022 lalu. Startup ini bergerak di sektor teknologi kesehatan yang menawarkan sistem layanan medis holistik yang mencakup administrasi rumah sakit dan klinik, manajemen klaim, Koordinator Startup Digital Kementerian Kominfo Sonny Hendra Sudaryana menambahkan, para pegiat usaha rintisan memiliki potensi besar untuk mengembangkan penyelenggaraan kepemerintahan berbasis elektronik atau e-government. Salah satu contoh yang telah berhasil adalah kolaborasi pemerintah dan startup untuk membangun PeduliLindungi.

"Kami melihat saat ini mulai banyak government tech bertumbuh untuk membantu pelayanan pemerintah ke masyarakat lebih baik lagi. Salah satu contohnya Kementerian Kesehatan dengan digital transformation office-nya," urai Sonny.

Sementara itu, salah satu coach SSI dari unsur investor, Lingga Madu mengatakan bahwa para pendiri usaha rintisan perlu fokus dalam pengembangan bisnis berbasis digital. Utamanya pada matriks retention dan virality sebagai indikator pertumbuhan organik dan keberlanjutan bisnis.

Melalui SSI ini, ia berharap, para startup dapat memanfaatkan setiap bentuk dukungan dari pemerintah dan ekosistem digital agar mampu menciptakan strategi bisnis jangka panjang yang lebih efektif serta mampu membuka lebih banyak lagi peluang dan kesempatan kerja untuk masyarakat.

sumber: indonesia.go.id

 Tren Positif Pemirsa TV Digital, Sinyal Kesiapan Masyarakat




Merujuk pada data AC Nielsen pada Desember 2022 penonton TV digital di tanah air mengalami peningkatan usai analog switch off (ASO) dilaksanakan. Perbandingan data penonton TV digital pada November dan Desember 2022 menunjukkan peningkatan yang bervariasi di masing-masing kota, berkisar dari 5 hingga 24 persen.

Wilayah kota dengan peningkatan penonton TV digital tertinggi adalah DKI Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek). Hal ini tidak mengherankan, mengingat pada 2 November lalu ASO sudah dilaksanakan secara penuh di wilayah tersebut.

Rupanya efek dari migrasi TV analog ke TV digital di regional Jabodetabek itu membuat masyarakat di kota lain juga turut membeli perangkat set top box (STB). Penjualan STB meningkat di semua kota walaupun berbeda-beda tingkat kenaikannya.

Pada awal 2023 ini, Direktur Penyiaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Infomatika (Ditjen PPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Geryantika Kurnia mengungkapkan, tren positif penetrasi digital terus berlanjut. Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis oleh AC Nielsen, tercatat terjadi kenaikan penetrasi digital-ready di 11 kota, dari 73 persen pada 1 Januari 2023 menjadi 79 persen per 15 Januari 2023.

“Tren positif penetrasi digital terus berlanjut, berdasarkan hasil survei Nielsen di 11 kota besar untuk periode 15 Januari 2023 mendekati normal. Tertinggi di Surakarta, 90 persen, dan rata-rata di 11 kota besar penetrasi digital 79 persen,” ujar Direktur Geryantika Kurnia seperti dilansir dari Antaranews, Sabtu (15/1/2023).

Sebelas kota yang disurvei oleh AC Nielsen meliputi, Greater Jakarta, Bandung, Greater Surabaya, Semarang, Greater Yogyakarta, Surakarta, Greater Denpasar, Medan, Makassar, Palembang, dan Banjarmasin.

Secara rinci, penetrasi digital di Greater Jakarta pada 1 Januari sebesar 82 persen, meningkat menjadi 87 persen per 15 Januari 2023. Penetrasi digital di Bandung meningkat dari 82 persen pada 1 Januari menjadi 88 persen per 15 Januari 2023.

Penetrasi digital di Greater Surabaya naik dari 53 persen pada 1 Januari 2023 menjadi 65 persen per 15 Januari 2023, sedangkan penetrasi digital di Semarang naik dari 87 persen pada 1 Januari 2023 menjadi 88 persen per 15 Januari 2023.

Selanjutnya, penetrasi digital di Yogyakarta meningkat dari 77 persen pada 1 Januari 2023 menjadi 86 persen per 15 Januari 2023, sementara di Surakarta penetrasi digital naik dari 87 persen pada 1 Januari 2023 menjadi 90 persen per 15 Januari 2023.

Dari wilayah barat disebutkan, penetrasi digital di Medan pada 1 Januari 2023 sebesar 30 persen, naik menjadi 31 persen per 15 Januari 2023. Sedangkan penetrasi digital di Banjarmasin meningkat dari 44 persen pada 1 Januari 2023 menjadi 48 persen per 15 Januari 2023.

Adapun penetrasi digital di Greater Denpasar, Makassar, dan Palembang tidak mengalami kenaikan pada periode 1 Januari 2023 hingga 15 Januari 2023, yakni masing-masing tetap 53 persen, 55 persen, dan 43 persen.

Kementerian Kominfo menilai, capaian tersebut menandakan bahwa masyarakat Indonesia telah siap untuk beralih dari TV analog ke televisi digital. Namun, Direktur Geryantika menyayangkan masih belum optimalnya distribusi perangkat STB yang dilakukan oleh penyelenggara multipleksing (MUX) atau lembaga penyelenggara siaran.

Sampai 12 Januari 2023, realisasi distribusi piranti STB gratis oleh penyelenggara MUX kepada keluarga miskin baru sebesar 5,7 persen. Artinya, masih ada sekitar 4 juta lebih STB yang belum didistribusikan kepada keluarga miskin oleh pihak swasta tersebut. Jumlah STB yang sudah disalurkan ke masyarakat lebih banyak berasal dari bantuan pemerintah.

Adapun bantuan STB bagi keluarga tak mampu berasal dari tujuh penyelenggara MUX terdiri dari grup SCM/EMTEK (SCTV dan Indosiar), MNC (RCTI dan Global TV), grup Trans Media (Trans TV dan Trans7), Media Group (Metro TV), RTV, Viva Group (ANTV dan TVOne), dan Nusantara TV.

Oleh karena itu, pihak Kementerian Kominfo meminta kepada penyelenggara MUX segera mempercepat distribusi STB kepada keluarga miskin agar jalannya program ASO tidak terhambat. Terlebih lagi, harga STB di pasaran masih tinggi mengingat tingginya animo masyarakat beralih ke TV digital.

Sumber: indonesia.goid

 Masuki Era Digital, Kominfo Kembangkan Literasi Digital untuk Masyarakat


Jakarta, Kominfo – Kementerian Komunikasi dan Informatika membangun dan mengembangkan program untuk mempercepat masyarakat Indonesia memasuki era digital.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel A. Pangerapan, menyebutkan ada tiga pilar yang turut mendorong dalam melakukan percepatan transformasi digital di Indonesia, yaitu; infrastruktur, regulasi, dan ekosistem.

“Pertama kita fokus ke masyarakat, lalu ekonomi dan selanjutnya pemerintahan,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam webinar “Transforming ASEAN: Nation Digital Literacy Driving Towards Digital Prosperity”, dari Jakarta, Kamis (11/06/2020).

Di Indonesia transformasi digital adalah keharusan. Bahkan, menurut Dirjen Semuel, Presiden Joko Widodo sudah menginstruksikan bagaimana untuk mempercepat dan selesai di tahun 2022 karena banyaknya permintaan dan masyarakat sudah sangat menantikan untuk norma baru atau yang kita sebut sebagai transisi digital.

“Sebelumnya, transformasi digital akan dirampungkan dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan hingga 2024. Namun, karena ada pandemi jadi dipercepat,” terangnya.

Namun demikian, hal itu bukan tanpa hambatan. Dirjen Aptika menyatakan selain memberikan manfaat, ruang digital juga dapat memberikan masalah. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo mengedukasi dan mempersiapkan masyarakat agar dapat memasuki ranah baru.

"Contohnya hoaks. Indonesia punya masalah besar di hoaks dan penipuan/scamming. Untuk itu, kami (Kominfo) punya program literasi digital agar  ranah digital dan menjadikannya kenyataan dengan membuka potensi mereka (masyarakat)," tandasnya.

Literasi Digital, menurut Dirjen Semuel, tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah saja, oleh karena itu, saat ini Kementerian Kominfo memiliki program Gerakan Nasional Literasi Digital (Siberkreasi) dan sudah diikuti oleh 100 institusi dan komunitas tentang bagaimana menjalankan literasi digital di Indonesia. 


 

Digitalisasi Mendunia



Perkembangan zaman menuntut kita untuk peka terhadap apa yang terjadi pada dunia, mulai dari teknologinya dan sistem kerjanya. Perkembangan ini mempengaruhi segala sektor dan aspek yang ada di kehidupan kita, sehingga hal ini juga dapat mempermudah segala urusan manusia. Salah satu istilah yang sering kita dengar adalah era digital. Kita hidup di era perkembangan digitalnya sangat pesat, segala bentuk pekerjaan manusia di permudah dengan adanya digital ini. Era digital ini hadir untuk menggantikan beberapa teknologi di masalalu menjadi teknologi yang lebih canggih dan modern. Perkembangan ini bisa dilihat dari lingkungan masyarakat yang sudah tidak asing lagi dengn jaringan internet, perangkat digital, aplikasi/ platform digital, dan media sosial. Dunia tidak asing lagi dengan hal yang semacam itu. Segala bentuk aktivitas manusia sudah pasti berkaitan dengan digital.

Digitalisasi sudah menyebar dan menguasai dunia, semua kalangan sudah tidak asing lagi dengan hal ini. Banyak dari mereka sebagai pengguna dan penikmatnya. Dari segi membagikan informasi dan mendapatkan informasi juga sangat mudah untuk di peroleh, baik informasi luar negeri dan dalam negeri semuanya terkoneksi dan terhubung karena adanya perkembangan digital ini. Banyak platform digital dan media sosial yang bisa kita gunakan untuk mendapatkan informasi, membagikan informasi dan juga sebagai sarana untuk kita berkomunikasi.

Selain itu perkembangan digital ini juga menuntut manusia untuk lebih peka dan bisa memanfaatkan perkembangan ini dengan sebaik mungkin, bahkan dari perkembangan ini kita bisa menghasilkan dan mendapatkan keuntungan besar. Misalnya aplikasi/ platform digital seperti shopee. Shopee ini merupakan salah satu aplikasi/ platform digital yang bisa digunakan untuk berjualan secara online menggunakan jaringan internet. Berjualan tidak lagi harus memiliki toko dan terpaku pada tempat saja. Melalui jalur online lewat pelantara aplikasi shopee dan jaringan internet dirumah saja dan dimana saja anda sudah bisa berjualan dan mempromosikan produk jualan anda. Banyak platform digital/ aplikasi lain yang bisa kita gunakan untuk mempromosikan suatu produk, hal ini sangat cocok untuk anda yang tertarik di dunia bisnis. Adapun dari segi hiburan misalnya media sosial Instagram. Instagram merupakan salah satu aplikasi media sosial yang paling banyak digunakan. Aplikasi ini menyediakan berbagai macam fitur dan hal yang menarik. Instagram ini media berbasis gambar yang memberikan berbagai macam layanan berbagi seperti foto atau video secara online. Bukan hanya itu instagram ini juga bisa dijadikan sebagai media komunikasi, hiburan, dan tempat untuk mengekpresikan diri.

 

Era digital tidak bisa kita jauhkan lagi dari kehidupan kita sehari-hari, kita sangat lengkat dengan dunia digitalisasi ini. Setiap hari kita sebagai pengguna dan penikmatnya. Banyak hal yang bisa kita lakukan lewat digital ini. Dari segi pembelajaran misalnya, banyak informasi tentang dunia pendidikan yang bisa kita dapatkan lewat jaringan internet. Belajar tidak harus terpaku pada buku pelajaran saja namun juga bisa menggunakan video pembelajaran yang ada di platform digital seperti youtube, atau kita juga bisa mendapat bahan pembelajaran dari membacanya di google. Kita juga bisa mendapatkan informasi lain melalui media sosial yang ada, baik informasi dalam negeri maupun luar negeri.bagaimana sangat menarik bukan?

Dunia sudah sangat berkembang dari waktu ke waktunya, manusia diharapkan untuk lebih bijak dalam memanfaatkan perkembangan digital yang ada. Era digital tidak hanya memberikan dampak positive saja. Namun tahukah anda? Era digital juga dapat memberikan dampak buruk pada pengguna dan penikmatnya semua tergantung pada diri setiap individunya. Bagaimana dia mengemas dan memanfaatkan perkembangan digital ini.

Ada beberapa dampak buruk dari perkembangan digital ini, mudahnya dapat informasi hoax hal ini dikarenakan setiap orang bisa membagikan informasi dimana saja dan kapan saja melalui platform media yang ada, berkurangnya jiwa sosial karena terlalui lalai dengan gadget dan platform media, seperti sibuk dengan game online dan media sosial lain. Bukan hanya itu saja dampak buruk lain dari era digital ini adalah banyak situs pornografi yang tersebar dan dapat diakses oleh siapa saja, hal ini juga bisa mengakibatkan rusaknya moral anak bangsa, situs penipuan, kriminal serta kejahatan lainnya yang ada di didunia maya. Maka dari itu perlu kesadaran dari setiap individu untuk bijaklah dalam menggunakan dan memanfaatkan perkembangan digital ini, karena dunia tidak bisa kita hindari dari digitalisasi yang sudah menguasai seluruh penjuru Negeri.

#57TahunTelkom #DigitalBisaUntukSemua



Jambore Nasional 2022, Anak Muda Lawan Hoaks

Senin, 22 Agustus 2022•5-6 menit baca

Diposting oleh:Tim Internet Sehat 


Kenapa sih orang nyebarin hoaks? Bagaimana caranya agar kita bisa tahu mana hoaks dan mana yang benar? Bagaimana sebagai anak muda, kita bisa kasih tahun

The post Jambore Nasional 2022, Anak Muda Lawan Hoaks first appeared on internetsehat.id.

A call-to-action text Contact us